Rabu, 01 Februari 2017

Kabar Buruk, Bonaventura Absen Hingga Akhir Musim

Kabar Buruk, Bonaventura Absen Hingga Akhir Musim
AC Milan mendapatkan pukulan telak pada awal bulan Februari ini. Gelandang serang andalannya, Giacomo Bonaventura disebut mengalami cedera parah dan harus absen hingga musim ini berakhir.

Bonaventura mendapatkan cedera pada laga melawan Udinese. Bonaventura harus meninggalkan lapangan pada menit ke-27 lantaran cedera. Padahal, sebelumnya ia sempat mencetak gol pada menit ke-8.

"Saya rasa dia akan kembali bermain untuk musim depan. Ia baru akan sembuh empat bulan mendatang," terang Dr. Sakari Orava, dokter yang merawat Bonaventura kepada Gazzetta.

"Kecuali ada hal yang tidak terduga terjadi selama operasi [dia bisa sembuh lebih cepat]. Saya mengoperasi cedera yang sama pemain ski Peter Fill sebelum dia bermain di Vancouver," sambungnya.

Sakari memperkirakan Bonaventura akab absen untuk waktu yang lebih lama. Pasalnya, sang pemain juga butuh waktu untuk melakukan recovery dan pengembalian kondisi fisiknya. Selain itu, juga ada faktor trauma pasca cedera.

"Dalam sepakbola, meski bagaimanapun, Anda mungkin tidak bisa kembali bermain dengan cepat," tandasnya.

Musim ini Bonaventura merupakan pemain yang sangat penting bagi Milan. Pemain berusia 27 tahun ini sudah tampil pada 19 pertandingan Serie A dan menyumbangkan tiga gol untuk pasukan Vincenzo Montella

Dua Bintang AC Milan Tolak Hijrah Ke Tiongkok

Berita Transfer: Dua Bintang AC Milan Tolak Hijrah Ke Tiongkok

Dua bintang AC Milan, Juraj Kucka dan Mati Fernandez, dikabarkan telah menolak tawaran menarik untuk hijrah ke Tiongkok yang diajukan di hari terakhir bursa transfer musim dingin Selasa (31/1) kemarin.

Pergerakan tim-tim asal Tiongkok untuk menaikkan pamor liga sepak bola mereka ke level internasional telah menjadi fenomena yang tak asing lagi. Dengan dukungan kekuatan finansial yang luar biasa, mereka telah berusaha membujuk bintang-bintang lapangan hijau, terutama yang berlaga di Eropa, untuk bersedia hijrah ke negeri tirai bambu tersebut, tak terkecuali dua bintang AC Milan ini.
Gelandang Rossoneri Juraj Kucka dan Mati Fernandez, keduanya disebut telah menolak peluang merumput di Tiongkok, meskipun mendapat ketertarikan dari Beijing Guoan.
Klub Liga Super China tersebut telah mengajukan penawaran kepada manajemen Milan untuk memboyong keduanya di hari terakhir jendela transfer Januari ini. Sayang, keduanya masih belum berminat untuk hijrah ke Asia.
Kucka sejauh ini telah menjadi salah satu pemain kunci Rossoneri. Tercatat ia telah tampil sebanyak 20 pertandingan di semua ajang musim ini.
Di sisi lain, Fernandez, yang baru datang ke San Siro dari Fiorentina musim panas lalu, masih belum menunjukkan performa terbaiknya. Masalah cedera kerap membuat pemain internasional Chili ini hanya mampu mencatat empat penampilan selama berseragam merah-hitam.
AC Milan tentunya akan menyambut keputusan dua bintangnya ini dengan senyum lebar mengingat mereka baru saja kehilangan gelandang Giacomo Bonaventura yang harus absen selama enam bulan. Pemain internasional Italia tersebut harus menjalani operasi dalam beberapa hari ke depan akibat cedera yang dialaminya saat bentrok Serie A kontra Udinese akhir pekan lalu.

Persembahan 5 Goal + 7 Assist Dari Suso

Persembahan 5 + 7 Dari Suso
Di Serie A musim ini, Suso sudah mempersembahkan lima gol dan tujuh assist untuk AC Milan. Dengan tujuh assist, Suso hanya kalah dari dua pemain di daftar top assist sementara.

Assist ke-7 Suso lahir ketika Milan kalah 1-2 di kandang Udinese akhir pekan kemarin. Milan unggul lewat gol Giacomo Bonaventura yang tercipta dari assist Suso, tapi akhirnya tumbang oleh dua gol balasan tuan rumah.

Menurut situs resmi Milan, Suso telah terlibat langsung dalam terciptanya 12 gol Milan di Serie A musim ini dengan lima gol dan tujuh assist. Kontribusi Suso itu mengungguli rekan-rekannya di skuat Rossoneri.

Gol + assist AC Milan 2016/17 (Serie A):
12 - Suso (5 gol + 7 assist)
9 - Carlos Bacca (8 gol + 1 assist)
5 - Giacomo Bonaventura (3 gol + 2 assist)
5 - Gianluca Lapadula (4 gol + 1 assist).

Tujuh assist Suso di Serie A musim ini hanya kalah dari Jose Callejon dan Mauro Icardi. Callejon sudah mengemas delapan assist bersama Napoli, begitu pula Icardi di Inter Milan.

Assist terbanyak Serie A 2016/17 sejauh ini:
8 - Jose Callejon (Napoli)
8 - Mauro Icardi (Inter Milan)
7 - Suso (AC Milan)
7 - Felipe Anderson (Lazio)
7 - Marek Hamsik (Napoli)
6 - Antonio Candreva (Inter Milan)
6 - Ladislav Krejci (Bologna).

Suso adalah salah satu pemain terbaik Milan di Serie A musim ini. Statistik-statistik di atas telah membuktikannya.

Selasa, 31 Januari 2017

Club Spanyol Ini RESMI Pinjam Beck Muda Berbakat AC Milan Rodrigo Ely

RESMI: Alaves Pinjam Bek AC Milan
Alaves resmi merampungkan peminjaman bek AC Milan Rodrigo Ely hingga akhir kompetisi. 
Pemain Brasil ini jatuh ke pelukan Rossoneri dari Gremio pada 2010 dan beberapa kali dipinjamkan ke klub Italia lainnya seperti Reggina, Varese dan Avellino. 

"Deportivo Alaves telah memperkuat lini pertahanan dengan mendatangkan Rodrigo Ely, bek tengah dari Milan yang akan bergabung hingga akhir musim," demikian pernyataan resmi Alaves. 
"Ely adalah bek dengan kemampuan lengkap dan punya masa depan cerah."


Pemain berusia 23 yang belum pernah mencatat laga kompetitif bersama Milan ini akan mengenakan jersey bernomor 4.

Bonaventura Telah Bekukan 30 Gol dan 20 Assist di Serie A

Bonaventura di Serie A, 30 Gol dan 20 Assist




hir pekan kemarin, AC Milan ditekuk tuan rumah Udinese 1-2. Satu gol Milan dalam laga tersebut dicetak oleh Giacomo Bonaventura. Gol tersebut adalah gol ke-30 sepanjang karier Bonaventura di Serie A.

Selain 30 gol, seperti dilansir situs resmi Milan, Bonaventura juga telah mengukir 20 assist di liga kasta tertinggi Italia.

(c) AC Milan

Gelandang 27 tahun Italia itu mengukir 30 gol dan 20 assist tersebut dalam 184 penampilan. Dia melakukannya bersama dua klub berbeda, yakni Atalanta (2007-2014) dan Milan.

Giacomo Bonaventura di Serie A (Atalanta)
Pertandingan: 99
Gol: 14
Assist: 6.

Giacomo Bonaventura di Serie A (AC Milan)
Pertandingan: 85
Gol: 16
Assist: 14.

Di Serie A musim ini, Bonaventura sudah mencetak tiga gol dan menyumbang dua assist untuk Milan.

Dari segi gol, Bonaventura kalah dari Gianluca Lapadula (4), Suso (5) dan Carlos Bacca (8). Dari segi assist, cuma Suso (7) yang lebih unggul darinya. (acm/gia)

Senin, 30 Januari 2017

VIDEO LEGENDARY MATCH : Milan-Barcelona 4-0 Finale Champions League 1993/1994

Related image

Suso Curhat Dibenci Eks Pelatih Sinisa Mihajlovic dan Tak Jadi Pilihan Utama

Suso Curhat Dibenci Eks Pelatih Sinisa Mihajlovic

Suso telah curhat dibenci oleh eks pelatih, Sinisa Mihajlovic. Ia bahkan merasa sudah berkarat dan kakinya tidak bekerja.
Suso, winger AC Milan,  percaya mantan pelatih kepala Sinisa Mihajlovic tidak menyukainya, setelah berjuang untuk mrendapatkan waktu bermain selama menjadi manajer di San Siro.
Suso tiba di Milan pada tahun 2015, yang didatangkan dari Liverpool selama masa Filippo Inzaghi yang bertanggung jawab sebagai pelatih, namun ia dengan cepat kehilangan tempatnya di tim setelah kedatangan Mihajlovic dan dipinjamkan ke Genoa.
Pemain berusia 23 tahun tidak bisa memahami keputusan mantan bintang Lazio, bersikeras Mihajlovic hanya tidak menyukainya yang membuat dia tidak mendapatkan kepercayaan di bawah asuhannya.
“[Mihajlovic] memainkan saya melawan Empoli di kandang, saya sudah mati, saya tidak cocok,” kata Suso kepada Gazzetta dello Sport.
“Kakiku tidak bekerja, saya merasa berkarat. Setelah satu jam, ia membawa saya keluar lapangan dan saya tidak bermain lagi sejak saat itu. Saya berlatih, mungkin lebih baik daripada saya sekarang, tapi saya tidak bermain dan saya tidak mengerti mengapa.”
“Tidak ada argumen. Dia jelas tidak menyukai saya, itu saja. Kami baru-baru ini bermain melawan Torino di liga dan Coppa Italia dalam waktu beberapa hari, dan saya menyapa semua staf yang ada di sini di Milan, tapi saya tidak melihat Mihajlovic.”
Namun, dengan sekarang kembali ke tim utama Milan, Suso pun memberikan pujian untuk pelatih saat ini, Vincenzo Montella.
“Saya akan mengakui satu hal: Saya tidak pernah memiliki percakapan yang panjang dengannya [Montella],” tambahnya. “Dia tidak pernah mengatakan kepada saya, ‘Saya ingin ini dan itu dari Anda.’
“Dia menjelaskan gagasannya bermain untuk tim, untuk menjaga bola dan menyerang dengan keberanian. Dia ingin serangan untuk memulai dengan kiper.”
“Kemudian, dia menempatkan kami ke lapangan dan mengawasi kami dalam berlatih. Kami selalu bekerja dengan bola dan Montella tidak kehilangan apa-apa.”
“Saya suka dia karena gaya bermain yang dia terapkan menyenangkan dan efektif. Dia tidak ingin memainkan bola panjang, dia ingin kami untuk memanuver dengan bola dan ia tidak takut untuk bermain dengan pemain muda.”

Giacomo Bonaventura Harus Naik Meja Bedah

Giacomo Bonaventura Harus Naik Meja Bedah

Pemain 27 tahun ini mendapat cedera di laga melawan Udinese dan diprediksi menepi setidaknya sebulan ke depan.

AC Milan mengumumkan Giacomo Bonaventura harus menjalani operasi setelah mendapat cedera adductor
Usai menjalani serangkaian pemeriksaan menyusul cedera yang didapatnya saat I Rossoneri takluk 2-1 dari Udinese awal, klub mengonfirmasi sang gelandang harus naik meja bedah. 

Itu artinya, pemain 27 tahun ini diprediksi menepi setidaknya hingga sebulan ke depan. 
“AC Milan mengumumkan, setelah tes hari ini Giacomo Bonaventura didiagnosis mengalami luka pada adductor tendon kirinya,” demikian pernyataan klub. 
“Pemain akan menjalani operasi oleh Profesor Sakari Orava dalam beberapa hari ke depan.” 

AC Milan Kehilangan De Sciglio Akibat Tekel Keras dari Pemain Udinese..

Milan Ungkap Cedera De Sciglio setelah Jalani Laga di Udinese

AC Milan telah memberikan konfirmasi bahwa Mattia De Sciglio mengalami cedera kerusakan ligamen setelah mendapat tekel keras ketika menjalani pertandingan menghadapi Udinese kemarin. Bek Milan tersebut tak bisa melanjutkan pertandingan setelah Rodrigo De Paul melakukan tekel dari belakang.

Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella, mengungkapkan kegeramannya pada wasit usai pertandingan. Sebab, Luca Banti yang memimpin pertandingan tersebut hanya memberikan kartu kuning pada De Paul.

Yang lebih mengecewakan lagi, pemain asal Argentina tersebut kemudian mencetak gol tak lama setelah melakukan pelanggaran. Dan gol tersebut yang menentukan Udinese menang 2-1 atas Milan.

Belum diketahui berapa lama De Sciglio akan menjalani perawatan cedera tersebut. Kabar yang beredar, De Sciglio membutuhkan waktu beberapa pekan hingga ia bisa kembali bermain. Sementara itu, Milan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.




Dalam waktu bersamaan, Milan juga memberikan keterangan soal cedera otot yang dialami Giacomo Boanventura. Gelandang Italia tersebut akan menjalani tes pekan ini untuk mengetahui masa perawatan yang diperlukan. (acm/shd)

Inzaghi: Donnarumma Adalah Buffon Baru, Locatelli Masa Depan Sepak Bola Italia

berita

MILAN - Pippo Inzaghi sebut kiper Milan Gianluigi Donnarumma sebagai Gigi Buffon baru dan Manuel Locatelli masa depan sepak bola Italia.
Mantan pelatih Rossoneri sekarang bertugas Lega Pro bersama Venezia, melemparkan matanya atas situasi saat ini di San Siro setelah kekalahan 2-1 dari Udinese.
Beberapa surat kabar dan penggemar sangat kritis terhadap remaja Donnarumma dan Locatelli untuk penampilan mereka selama beberapa pertandingan terakhir.
"Saya berharap bahwa orang-orang dan media membantu menjaga talenta muda kita," imbuh Inzaghi kepada La Domenica Sportiva.
"Kami selalu mengatakan bahwa kita tidak membiarkan pemain muda memiliki kesempatan, maka mengkritik mereka saat ini ada kesalahan. Ketika Anda bermain remaja, tidak dapat dihindari Anda akan memiliki puncak ini."
"Saya memuji Milan dan Vincenzo Montella untuk memilih mereka secara teratur dan saya yakin mereka bisa muncul dari saat kasar ini. Kita tidak bisa mulai memperdebatkan pemain muda setelah setiap permainan tunggal. Montella lebih tahu dari siapa pun bagaimana menggunakan pemain ini," terangnya.
"Kami punya Donnarumma, yang sudah bermain sepak bola tim tim senior Italia pada 17 dan dia Buffon baru. Jika Locatelli memiliki Riccardo Montolivo di sisinya itu mungkin akan membantu, memberikan saran dan pengaturan contoh.
"Kita harus memberikan beberapa kelonggaran dan menyadari bahwa dalam posisinya, Locatelli dapat salah dan bisa merusak, tapi dia adalah masa depan sepak bola Italia. Dia akan belajar dari semua ini."*

Lebih Dekat dengan Lucas Ocampos "Dari Argentina, Prancis Hingga Italia"



Dengan jendela transfer musim dingin ini akan ditutup, AC Milan memberikan penggemarnya pemain baru: Lucas Ocampos. Pemain asal Argentina ini akan menjadi bagian dari lini depan Rossoneri, yang pada sayap terdiri dari Bonaventura, Deulofeu, Honda dan Suso. Pemain ini Mampu bermain di kedua sayap kanan dan kiri, dia adalah pemain yang cukup unik dalam skuad Montella, fisik yang kuat dan berotot dan dengan teknik yang baik. Kaki kanan (tetapi juga dengan kaki kiri yang bagus), dia lebih suka memulai dari sisi kiri untuk bergerak ke pusat, meskipun di masa lalu ia bermain sebagai no.10.



Lahir di Quilmes pada 11 Juli 1994, Lucas mulai karirnya dengan River Plate, dan memulai debut di "Los Millonarios" pada 16 Agustus 2011 dengan kemenangan 1-0 melawan Chacarita Juniors, sementara dia mencetak gol pertamanya hanya beberapa hari kemudian dalam kemenangan 3-1 melawan Independiente Rivadavia. Dia  mengakhiri musim dengan 38 penampilan dan 7 gol dan River Plate berhasil kembali ke Primera DivisiĆ³n.

Pada bulan Agustus 2012 ia mendapat panggilan dari Eropa: saat itu Claudio Ranieri menariknya ke Monaco. Lucas tidak berpikir dua kali dan bergerak ke Ligue 1, di mana dia bermain tiga musim dengan Monaco (satu di Ligue 2, dua di Ligue 1)  96 penampilan dan 15 gol.
Ini pada Februari 2015  Lucas bergerak ke Olympique Marseille mencetak gol pada debutnya lalu di pinjam  ke Rennes. Di dua musim ia bermain 39 pertandingan, di Liga Europa dan Piala Prancis, mencetak 6 gol.

Lalu dia di pinjamkan ke  Genoa, di mana juga karena cedera yang membuatnya absen selama satu bulan setengah, Lucas belum menemukan konsistensi besar. Selain dari ini, ia telah bermain 14 pertandingan di Serie A, mencetak 3 gol melawan Udinese, Lazio dan baru-baru ini terhadap Crotone.
Dari Argentina, ke Perancis dan sekarang Italia. Pemain muda berusia 22 tahun yang   sudah memiliki cukup pengalaman.



AC Milan Resmi Dapatkan Lucas Ocampos, "Saya Bahagia Bermain Bersama Milan"

AC Milan Resmi Dapatkan Lucas Ocampos dari Genoa


 AC Milan secara resmi telah mengumumkan mendapatkan pemain tambahan pada bulan Januari ini, Lucas Ocampos, dari Genoa dengan status pinjaman hingga akhir musim.

"AC Milan mengumumkan mendapatkan pemain Lucas Ocampos dengan kesempakatan peminjaman dari Genoa, hingga 30 Juni 2017," demikian pernyataan resmi yang dilansir di laman resmi klub.

Ocampos merupakan pemain 22 tahun asal Argentina yang biasa bermain sebagai pemain sayap kiri. Ia terikat kontrak dengan Marseille hingga akhir musim ini dan ia menjalani peminjaman di Genoa sejak musim panas lalu. Bersama Genoa, Ocampos bermain sebanyak 14 kali di Serie A dan mengumpulkan tiga gol.

Setelah resmi menjadi bagian dari Rossoneri, Ocampos mengungkapkan rasa bahagianya. Meskipun hingga pekan ini masih tertinggal di peringkat tujuh klasemen, namun Milan  tetap dinilai sebagai tim besar.

"Milan adalah klub besar dan bermain untuk klub ini adalah sebuah impian. Saya berharap bisa segera mencetak gol. Semuanya berjalan begitu cepat tapi sekarang saya sangat bahagia," kata Ocampos.

Menurut kabar yang beredar di media Italia, Ocampos akan menjalani peminjaman hingga akhir musim di San Siro. Milan memiliki opsi untuk mempermanenkannya pada akhir musim berdasarkan gol yang mampu dikumpulkan.

RESMI Lucas Ocampos Menajalani Tes Medis AC Milan

Pemain sayap Argentina Lucas Ocampos berada di Milan untuk menjalani medis dengan. Pemain dari Marseille yang bergabung Genoa dengan status pinjaman musim panas lalu dan AC Milan telah menemukan kesepakatan dengan kedua club ini untuk menandatangani pemain pinjaman hingga akhir musim.  "Saya senang berada di sini, saya akan mencoba untuk melakukan yang terbaik", yang berusia 22 tahun mengatakan


Minggu, 29 Januari 2017

Vincenzo Montella Tak Akui Gol Kedua Udinese

Montella tak terima kekalahan dari Udinese.
Pelatih AC Milan itu mengkritik habis proses gol kedua yang tentukan kemenangan Udinese.

AC Milan secara mengejutkan harus menderita kekalahan ketiga beruntun di semua ajang, dalam lanjutan Serie A Italia giornata 22, Minggu (29/1) malam WIB.
Bertandang ke Dacia Arena, markas Udinese, Si Setan Merah harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat skor tipis 2-1. Padahal Milan sempat unggul lebih dahulu.

Pelatih I Rossonerri, Vincenzo Montella, lantas dibuat murka oleh kekalahan ini. Ia enggan mengakui proses gol kedua Udinese lewat aksi Rodrigo De Paul, karena terjadi kala Milan bermain dengan sepuluh orang akibat cederanya Mattia De Sciglio.
"Gol De Paul menghinakan kami yang tengah dalam keadaan cedera. Seharusnya ia mendapat kartu merah!" seru Montella, seperti dikutip Mediaset Premium.

"Kami bermain dengan sepuluh pemain karena ada pemain yang cedera dan belum sempat melakukan pergantian. Seharusnya De Paul mendapat kartu merah!
"Pada waktu bersamaan kami juga salah; kami memberikan bola pada lawan dan kami bermain terbuka dalam situasi seperti itu," pungkasnya.

Milan Siap Lanjutkan Perburuan Gabbiadini Asal Pemain Ini Tidak Mendarat ke Inggris

Berita Transfer: Milan Siap Lanjutkan Perburuan Gabbiadini Asal...

Ambisi AC Milan untuk mendapatkan tanda tangan penyerang Napoli, Manolo Gabbiadini, nampaknya belum padam. Raksasa Serie A ini berniat melanjutkan perburuannya jika sang pemain gagal mendarat ke Inggris Januari ini.

Gabbiadini saat ini tengah mengalami kesulitan mendapatkan waktu bermain bersama klubnya, Napoli. Tak heran jika pemain internasional Italia ini tak bahagia dan ingin segera meninggalkan kota Naples.
Sejumlah klub dikabarkan tertarik untuk menampungnya, termasuk Milan dan klub Premier League, Southampton.
Kesulitan finansial yang dialami Rossoneri akibat penundaan penutupan penjualan klub, membuat mereka tidak lagi memungkinkan mendatangkan Gabbiadini dalam jendela transfer musim dingin ini. Dan kini, The Saintsmuncul sebagai kandidat kuat perburuan sang pemain.
Klub Inggris tersebut dikabarkan telah memberikan tawaran 16 juta euro ditambah bonus 4 juta euro, namun presiden Partenopei, Aurelio De Laurentiis, meminta lebih dari 20 juta euro untuk membiarkan punggawanya pergi bulan Januari ini.
Dengan kedatangan Leonardo Pavoletti yang baru-baru ini bergabung Napoli, kesempatan merumput bagi Gabbiadini akan semakin tereduksi dan sang pemain sudah sangat putus asa untuk mencari peluang meninggalkan Stadio San Paolo.
Walaupun demikian, jika tak ada satu pun klub yang mampu memenuhi permintaan Partenopei, ia dipastikan tidak akan pergi kemana-mana di sisa musim ini.
Menanggapi hal tersebut, AC Milan kemungkinan besar akan kembali memaksakan usahanya untuk merekrut sang pemain di akhir musim ketika Sino-Europe Sports resmi mengambil alih klub dan mereka bisa mendapat kucuran dana segar yang cukup melimpah untuk mendaratkan bintang-bintang baru ke San Siro.

Olympique Marseille Sepakat Lepas Pemain Umur 22 Tahun Ini Ke AC Milan

Image result for marseille fc

MILAN - Sky Sport Italia mengklaim Olympique Marseille sepakat melepas Lucas Ocampos ke AC Milan. Kebetulan sang pemain telah dipinjamkan ke Genoa. So, mereka hanya butuh surat izin untuk menyerahkannya ke San Siro.
AC Milan memang serius untuk memboyong Lucas Ocampos. Milan gagal menukarnya dengan M'Baye Niang, yang memilih pindah ke Watford. Tapi, selangkah lagi hasrat itu akan terwujud. Milan dikabarkan sudah menyiapkan dengan bayaran 500 ribu euro atau Rp 7 miliar.
Sebelumnya dikabarkan, Milan bisa saja mendapatkan Ocampos jika Genoa telah menemukan penggantinya.
Beberapa pemain yang sudah masuk radar Genoa sebagai pengganti Ocampos adalah Emanuele Giaccherini (Napoli), Victor Ibarbo (Panathinaikos), dan Raffaele Palladino (Crotone). Yang disebutkan terakhir ini kemungkinan besar akan bersedia ke Genoa karena kedekatannya dengan pelatih Ivan Juric.
Namun Milan nampaknya mulai geregetan menunggu Genoa mendapatkan pengganti Ocampos mengingat bursa transfer Januari akan segera ditutup.
Adapun Milan bermaksud merekrut Ocampos untuk menggantikan posisi Niang. Seperti halnya Niang, Ocampos juga masih berumur 22 tahun dan bisa dimainkan sebagai penyerang sayap kiri

Sayangkan Kekalahan Milan Ignazio Abate: AC Milan Jalani Laga Aneh

Abate sayangkan kekalahan Milan.
Kapten AC Milan itu amat menyesalkan kekalahan mengejutkan timnya di Dacia Arena.

AC Milan secara mengejutkan harus menderita kekalahan ketiga beruntun di semua ajang, dalam lanjutan Serie A Italia giornata 22, Minggu (29/1) malam WIB.
Bertandang ke Dacia Arena, markas Udinese, Si Setan Merah harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat skor tipis 2-1. Padahal Milan sempat unggul lebih dahulu.

Kapten I Rossonerri, Ignazio Abate, pun amat menyesalkan hasil negatif ini. Dirinya lantas menyebut bahwa Milan telah jalani laga yang aneh.
"Sungguh, ini adalah laga yang aneh. Padahal kami paham apa yang dikatakan pelatih bahwa laga akan berjalan kasar dan itu terjadi," ujar Abate, seperti dilansir laman resmi klubnya.

"Kami mendapati tekanan yang sangat tinggi, dengan Udinese yang memainkan bola secara vertikal. Kami juga marah, karena tak bisa membunuh laga di babak pertama dan membiarkan lawan bangkit di paruh kedua.
"Sekarang kami punya dua hari libur untuk memikirkan apa yang sudah terjadi. Kami wajib menatap ke depan, tanpa pedulikan posisi di klasemen," pungkasnya.

VIDEO Hightlight Udinese 2 - 1 AC Milan


Highlights Serie A: Udinese 2-1 AC Milan
AC Milan dijegal oleh Udinese dengan skor 2-1 di stadion Friuli di giornata 22 Serie A, Minggu (29/01).

Pertandingan berjalan sengit dan cukup panas. Sampai-sampai Vincenzo Montella diusir keluar area laga oleh wasit. Milan sendiri sempat unggul melalui Giacomo Bonaventura namun Udinese mampu memukul balik melalui Cyril Thereau dan Rodrigo De Paul.

Susunan Pemain:
Udinese (4-3-3): Karnezis; Faraoni (Angella 30'), Danilo, Felipe, Samir; Hallfredsson, Fofana (Ali Adnan 72'), Jankto; De Paul (Heurtaux 92'), Zapata, Thereau.

AC Milan (4-3-3): Donnarumma; Abate, Paletta, Romagnoli, De Sciglio (Sciglio 74'); Kucka, Locatelli, Pasalic; Suso, Bacca (Lapadula 71'), Bonaventura (Deulofeu 27').

Statistik Pertandingan:
Penguasaan bola: 39% - 61%
Shot (on goal): 12 (5) - 12 (5)
Pelanggaran: 9 - 13
Offside: 1 - 2
Kartu kuning: 3 - 2
Kartu merah: 0 - 0




FULL TIME: Udinese 2 - 1 AC Milan, Kembali Telan Kekalahan Bertahan di Posis 7 Klasemren

AC Milan makin merosot. Bermain di pertandingan ke-21 Liga Italia Seri A, melawan Udinese di kandang lawan, Minggu 29 Januari 2017, Milan kalah dengan skor 1-2.
Hasil itu membuat Milan makin jauh dari papan atas Seri A. Kekalahan itu membuat I Rossoneri masih ada di peringkat ketujuh klasemen sementara. Dari 21 kali pertandingan Milan baru mendapatkan 37 poin.
Milan sebenarnya mengawali pertandingan di kandang Udinese dengan bagus. Mereka sudah unggul 1-0 di menit kedelapan lewat Giacomo Bonaventura. Tapi Udinese berhasil bangkit menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui Cyril Thereau.
Puncaknya Udinese berhasil menggetarkan jala gawang Milan yang dijaga Gianluigi Donnarumma. Tepatnya pada menit ke-73, Udinese yang dilatih Luigi Delneri berhasil mencetak gol kemenangan lewat Rodrigo De Paul.

LIVE STREAMING :Udinese Vs AC Milan (Bisa di Tonton Via Dekstop PC Maupun Smartphone)



mohon maaf youtube streamingnya bermasalah silahkan kunjungi link ini
http://www.yalla-shoot.com/live/10342/udinese-vs-ac-milan.html
grazie





Sabtu, 28 Januari 2017

8 Fakta Menarik AC Milan Kontra Udinese Malam Ini

Image result for udinese vs ac milan 2016

Raksasa Serie A, AC Milan bertekad untuk mengakhiri rentetan hasil buruk yang tengah mereka hadapi. Untuk itu kubu Rossonerri akan mengincar kemenangan di Giornata 22 Serie A saat mereka bertandang ke markas Udinese pada hari Minggu (29/1) malam nanti.

Secara umum kondisi kedua tim jelang laga ini cukup mirip, di mana hanya sedikit pemain kedua tim yang harus absen karena cedera. Rekor pertemuan kedua tim juga cukup berimbang, sehingga sedikit sulit untuk menentukan siapa yang akan meraih poin penuh pada laga ini.

Sebelum Bolaneters menyaksikan bagaimana kedua tim berusaha mengakhiri periode buruk yang menimpa mereka, tidak ada salahnya bagi Bolaneters untuk melihat beberapa dana dan fakta berikut.


  1. Udinese hanya kalah dua kali dari enam pertemuan terakhir mereka melawan AC Milan (M3 S1 K2)
  2. Udinese hanya kalah 1 kali dari delapan laga kandang terakhir mereka melawan AC Milan (M5 S2 K1)
  3. Udinese sudah kalah tiga kali beruntun di ajang Serie A musim ini
  4. AC Milan hanya memenangkan satu pertandingan dari 5 pertandingan terahir mereka di Serie A (M1 S2 K2)
  5. AC Milan sudah mencetak 7 gol dari luar kotak penalti musim ini
  6. AC Milan memenangkan 4 laga tandang terakhir mereka di Serie A musim ini
  7. Udinese berada di urutan ke empat tim yang paling banyak memenangkan duel udara di Serie A musim ini (54,7%)
  8. AC Milan hanya mencatatkan satu clean sheet dari enam pertemuan terakhir mereka melawan Udinese

VIDEO : Cuplikan Skill Pemain Primavera AC Milan Mihael Modic yang Melejit

(VIDEO) Susul Donnarumma, 5 Wonderkid Ini Calon Bintang Baru AC Milan

Dia merupakan saudara kandung dari Andrej Modic. Sebagai informasi, Andrej kesulitan untuk menembus tim utama, sehingga saat ini menjalani masa peminjaman di Brescia.
Namun, Mihael hanya bisa berharap memiliki nasib yang lebih beruntung ketimbang saudaranya itu dan segera menjadi bagian dari tim utama Rossoneri.


WOW... Pinjam Striker Niang, Watford Bayar Milan Rp25 Miliar Tiap Satu Gol


AC Milan resmi pinjamkan pemain depan mudanya, M'Baye Niang, ke Watford hingga akhir musim. Dalam klausulnya, The Hornets wajib membayar 1,5 juta pounds atau setara Rp25 miliar untuk setiap gol yang ia lesakkan jika sanggup getarkan jala gawang lawan sebanyak 10 kali, 


Karier Niang di Milan awalnya cukup menjanjikan. Striker berkebangsaan Prancis itu bahkan tercatat sebagai pencetak gol termuda ke-2 sepanjang sejarah klub tahun 2012 silam, yakni saat ia masih berusia 17 tahun.
Namun setelah itu, perlahan sinarnya meredup. Dalam lima tahun ini, penyerang yang masuk skuat Prancis U-21 itu baru sanggup mencetak 11 gol bagi Rossoneri dan lebih banyak bermain sebagai pemain pinjaman di Montpellier dan Genoa.
"Saya sangat senang bisa bergabung kesini. Bagi saya, manajer Walter Mazzarri adalah faktor penting yang membuat saya mau hijrah ke Vicarage Road," kata Niang membeberkan alasannya bergabung dengan Watford.
Menariknya, dalam klausul peminjaman, Watford wajib membayar 15 juta pounds (Rp252 miliar) jika Niang berhasil mencetak 10 gol. Uang tersebut akan dibayarkan ke Milan, dan tim berlogo rusa jantan itu juga membayarkan sejumlah kompensasi kepada striker bernama lengkap M'Baye Babacar Niang itu.
Di sisi lain, Niang adalah pemain baru ke-3 Watford setelah sebelumnya Mauro Zarate dan Tom Cleverley resmi merapat ke Vicarage Road.